Duhai Ibuku Sayang

3 Comments »


11 tahun sudah aku meninggalkan sebuah desa gersang yang panas dan berdebu karena ulah penduduknya.Mencoba melangkah demi masa depan yang waktu itu hanya sekedar prasangka.melatih rasa tawakal kepada allah bahwa dialah satu satunya penguasa jagad yang punya kehendak dan member segalanya.Ketika aku rebah mataku terpejam tetapi kuterbangkan hatiku jauh menembus batas ruang dan waktu melihat sisi masa lalu dimasa aku kecil.Bermain bersama temanku disebuah desa yang masih asri melantukan lagu kebersamaan dalam permainan.Dalam kebersamaan yang senantiasa melahirkan rasa saling cinta mengikat kekeluargaan dalam kedamaian.

Semakin lama dan jauh hatiku melangkah tiba tiba tertuju pada seorang wanita yang kelihatan udah mulai menua,keningnya mulai keriput dan warna rambut udah mulai memutih diwajahnya kelihatan bersih walau tersisispi  jiwa yang letih.dia adalah seorang yang telah berjalan ribuan kilometer,tak peduli jalan yang penuh duri dan berselimut terik matahari,dengan banyak luka dan nanah telah dia amai hanya untuk satu tujuan anak tercintanya.tak jarang cercaan dan cobaan menghiasi dan dia jadikan waktu yang mustajabah untuk merajut doa pada Illahi Robbi.

Kasih dan sayanyangnya tak terbalas dengan seuatu yang termahal didunia,dia telah menaruhkan nyawa untuk sekedar menghadirkan aku didunia,dia selalu setia mememani kita sepanjang siang dan malamnya dengan ketulusan dan kesabaran disaat kita masih lemah dan tak punya daya.Duhai ibu kaulah pahlawanku yang selalu aku rindukan.semoga allah selulu memberimu kebahagiaan dan kasih sayang untukmu,sebagaimana engkau menyayangiku waktu kecil.terima kasih atas doa dan perjuanganmu untuku,akan aku tanam dalam apa yang telah kau ajarkan kepadaku ,akan kujunjung tinggi namamu sebagai cinta kasihku.

Tak terasa tetesan air bening memebus mata meleleh mebasahi pipi ini aku terperanjat dan menahan kerinduan untukmu ibu.Ya Allah berilah aku waktu dan kekuatan untuk bisa berbuat baik buat ibu bapaku tercinta.dan sampaikanlah aku untuk bisa mencium kedua tangan dan keningnya memeluknya dan menjadi yang terbaik buat keduanya amin.

3 Responses to "Duhai Ibuku Sayang"

Nurul Akhyar Says :
June 16, 2014 at 4:05 PM

Jasa-jasa ibu tidak akan terbalas.
Kasih sayangnya tak pernah mengenal waktu.
Oh ibu, engkaulah semangatku!

seety jaenab Says :
August 28, 2015 at 10:48 PM

Ibu aku syg ibu bpk ku. Ya Allah beriknlh pnjg umur kpd keduanya ,agar aku bisa menjganya selagi beliau msih hidup dn di hari tua Dan sisa sisa umurnya ya Allah , Aamiin, ibu bpk ku. Do,amu yg sllu melindungi ku di Stiap langkh laki ku, kalianlh harta terindahku ,

ahmad toni Says :
September 24, 2015 at 4:43 AM

Ibu ,pahlawan yang tak kan pernah hilang dari lubuk jiwa anakmu yang paling dalam. Pengorbanan yang tak bisa dibalas dengan gunung berlapis emas sekalipun. Berikan lah surga untuk ibu ya tuhan.

Post a Comment